Monday, 6 November 2017

RASISME

RASISME

Apa yang ada di pikiran kalian jika mendengar atau melihat kata “Rasisme”? Bagi orang Amerika, mereka sebagian besar akan berkepikiran mengenai orang berkulit hitam. Bagaimana dengan pikiran orang Indonesia? Sekarang sedang hangat yang namanya rasisme di kalangan Indonesia mau golongan tua, muda, anak – anak sekalipun. Apasih yang membuat rasisme ini timbul dan  heboh di Indonesia? Kek dan agama, bukan saya menjelek – jelekan suatu agama, tetapi orang – orang yang mengaku dari suatu agama tersebut, menyebar paham kebencian dan rasisme terhadap usatu umat dan etnis.

Etnis yang masih sering di “tindas” adalah tionghoa, atau mereka menyebutnya orang cina. Umat apa sih yang di “kucilkan” atau dibully juga? Selain umat Islam, bahkan sesame islam pun saling mengkafir – kafirkan dan membenci. Perbedaan kelompok, suku, ras masih sangat melekat di Indonesia, sehingga mereka merasa sombong atau overproud terhadap golongan masing – masing yang menciptakan rasa kebencian atau merasa lebih baik dan terbaik dari yang lainnya.

Kurangnya pendidikan adalah penyebab utama dari masalah ini, hanya dengan sebungkus nasi, mereka mau dan berani menjelek – jelekan suatu umat atau ras, hanya karena sebungkus nasi. Selain pendidikan, “pandangan” mereka sangatlah sempit, dan mudah terprovokasi, amarah itu wajar, tetapi amarah yang satu ini bisa dibilang, dibawa “sampai mati”.
Dan ada beberapa hal yang tak pantas telah mereka lakukan, mereka menebar kebencian dengan nama TUHAN, mereka menebar kebencian untuk mendapat kekuasaan, dan menebar kebencian untuk mencari nafkah. Bhinneka tunggal ika yang berarti “Berbeda beda tapi tetap satu” sudahlah tak berarti karena suatu tahta, dan sebungkus nasi, memecah belah bangsa yang awalnya akur, mengucilkan suatu golongan minoritas.



Lalu, apa yang bisa kita perbuat di tengah kondisi seperti ini? Show your love, show your respect to each other. Bukan ke sesama golongan atau ras, tapi semua mahluk hidup, jangan se enaknya membawa – bawa nama tuhan untuk bertindak, coba dipikirkan kembali, apakah tuhan sudi di atas namakan untuk menindas hanya karena perbedaan? Apakah tuhan mau disebut – sebut namanya untuk bertindak anarkis hanya karena sebungkus nasi? Saya rasa TIDAK, tuhan memerintahkan kita untuk memelihara bumi ini, bukan merusak bumi ini. Suatu kebencian adalah benih kerusakan dalam bumi ini. Make Love, Not War

Mencintai, melindungi, dan merawat semua mahluk hidup, kita semua saling bergantungan, kita semua adalah sama – sama mahluk tuhan, we should unite and heal the world, not make it even worse.

Lalu, mendidik penerus bangsa dengan baik dan benar, tidak di didik dengan kebencian terhadap suatu umat atau ras, tetapi mencintai dan merangkul semuanya.

Bagaimana dengan yang sudah terlanjur? Ini adalah tantangan yang cukup sulit, beberapa metode bisa dilakukan, berbuat hal yang baik terhadap mereka, menunjukan mana benar mana salah dengan baik, dan yang terakhir adalah diam. Kenapa? Artinya, hanya dari kalangan merekalah yang bisa merubahnya, jika memang tidak bisa juga, hanya tuhan yang bisa merubahnya.



Tulisan saya ini bukan untuk menyalah – nyalah kan suatu organisasi, agama, ataupun ras tetapi hanya untuk introspeksi, bukan untuk menyebarkan kebencian tetapi mengingatkan satu sama lain, kita hidup bersama, maka kita wajib saling menjaga sesama dan mengedukasi satu sama lain, this is a small step for me to help all of us, to be a better human being.  

No comments:

Post a Comment