Monday, 28 May 2018

Ilmu Budaya Dasar


Secara sederhananya Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Pengertian ilmu budaya dasar
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari The Humanities dalam bahasa Inggris yang merupakan serapan dari bahasa latin Humanus yang berarti manusia, budaya, dan halus. Jadi bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanusatau manusia berbudaya.
Sifat kebudayaan yang universal diantaranya ilmu pengetahuan, nilai, pandangan hidup, persepsi, kepercayaan, etos. Ilmu pengetahuan merupakan disini manusia berpikir betapa pentingnya pengetahuan bagi mereka. Sehingga mereka belajar dari lingkungan sekitar, yaitu melalui proses sosialisasi yaitu proses belajar. Yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, bodoh menjadi pintar. Kemudian, nilai merupakan sesuatu yang dianggap penting, beharga, berguna. Dari sistem pengetahuan di atas, jadilah sebuah nilai, dimana pengetahuan sangatlah penting bagi manusia agar ia dapat melangsungkan hidupnya.
Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu:
1. Ilmu-ilmu alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk pengkajiannya digunakan metode ilmiah dengan cara menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas lalu digeneralisasikan.
2. Ilmu-ilmu social (social science)
Ilmu-ilmu social bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk pengkajiannya digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.



3. Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk pengkajiannya digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik kemudian diberi arti. Metode ini tidak ada kaitannya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada

Tujuan
1.Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

Monday, 1 January 2018

Sundanese Marriage Tradition

Pernikahan adalah suatu event yang sangat sakral, karena dibutuhkan keseriusan dan niat dari dua insan yang saling mencintai. Indonesia mempunyai banyak suku tersebar di berbagai daerah dan pulau, maka adat dan cara pernikahan pun pasti berbeda beda walaupun ada kemiripan dan kesamaan. Sebenarnya yang dibutuhkan adalah ijab kabulnya saja, selebihnya hanyalah tradisi.
Maka jika memang sanggup lahir batin, tidak ada larangannya, tetapi sebaiknya tidak melakukan hal hal yang ribet atau terkesan mahal bagi kalian yang memang tidak sanggup melakukannya.
Nah, kali ini kita kan membahas Tradisi pernikahan Adat Sunda, mungkin kalian yang tinggal di pulau jawa tidak asing mendengar dan pasti pernah melihatnya beberapa kali, inilah urutan dan hal hal yang dilakukan Adat Pernikahan Sunda

                Neundeun Omong (Menyimpan Ucapan): Yaitu, Pembicaraan orang tua atau pihak Pria yang berminat mempersunting seorang gadis.
                Narosan (Lamaran) : Dilaksanakan oleh orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat, yang merupakan awal kesepakatan untuk menjalin hubungan lebih jauh. Pada pelaksanaannya orang tua anak laki-laki biasanya sambil membawa barang-barang, seperti yaitu :
  • Lemareun, (seperti daun sirih, gambir, apu )
  • Pakaian perempuan
  • Cincin meneng
  • Beubeur tameuh (ikat pinggang sang suka dipakai kaum perempuan terutama setelah melahirkan
  • Uang yang jumlahnya 1/10 dari jumlah yang akan dibawa pada waktu seserahan
Barang-barang yang dibawa dalam pelaksanaan upacara ngalamar itu tidak lepas dari simbol dan makna seperti :
  • Sirih, bentuknya segi tiga meruncing ke bawah kalau dimakan rasanya pedas. Gambir rasanya pahit dan kesat. Apu rasanya pahit. Tapi kalau sudah menyatu rasanya jadi enak dan dapat menyehatkan tubuh dan mencegah bau mulut.
  • Cincin meneng yaitu cincin tanpa sambungan mengandung makna bahwa rasa kasih dan sayang tidak ada putusnya
  • Pakaian perempuan, mengandung makna sebagai tanda mulainya tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada perempuan
  • Beubeur tameuh, mengandung makna sebagai tanda adanya ikatan lahir dan batin antara kedua belah pihak
Tunangan : Pada tunangan dilakukan patukeur beubeur tameuh, yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos pada si gadis.
Seserahan : Dilakukan 3-7 hari sebelum pernikahan, yaitu calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan dan lainnya.
Pada hari yang telah ditetapkan oleh kedua keluarga calon pengantin. Rombongan keluarga calon pengantin Pria datang ke kediaman calon pengantin perempuan. Selain membawa mas kawin, biasanya juga membawa peralatan dapur, perabotan kamar tidur, kayu bakar, gentong (gerabah untuk menyimpan beras). Di daerah Priangan, susunan acara upacara akad nikah biasanya sebagai berikut:
  • Pembukaan:
  1. Penyambutan calon pengantin Pria, dalam acara ini biasanya dilaksanan upacara mapag.
  2. Mengalungkan untaian bunga melati
  3. Gunting pita
  • Penyerahan calon Pengantin Pria:
  1. Yang mewakili pemasrahan calon pengantin pria biasanya adalah orang yang dituakan dan ahli berpidato.
  2. Yang menerima dari perwakilan wanita juga diwakilkan
  • Akad Nikah:
  1. Biasanya diserahkan pada KUA
  2. Pada hari pernikahan, calon pengantin pria beserta para pengiring menuju kediaman calon pengantin wanita, disambut acara Mapag Penganten yang dipimpin oleh penari yang disebut Mang Lengser. Calon mempelai pria disambut oleh ibu calon mempelai wanita dengan mengalungkan rangkaian bunga. Selanjutnya upacara nikah sesuai agama dan dilanjutkan dengan sungkeman dan sawer.

Dan masih banyak versi lainnya untuk setelah saweran, bahkan terkadang ada sedikit atau bahkan banyak modifikasi agar mengurangi biaya ataupun waktu, ataupun bisa juga dari kedua belah pihak yang tidak ingin ribet.


Gie, A movie about Soe Hok Gie

GIE adalah sebuah Film tahun 2005 yang menceritakan kisah hidup seorang tokoh bernama Soe Hok Gie, mahasiswa Universitas Indonesia yang aktif sebagai demonstran dan pecinta alam.

Gie dibesarkan di sebuah keluarga keturunan Tionghoa yang tidak kaya dan berada di kawasan Jakarta, dalam film ini diceritakan bahwa dari kecilpun ia adalah seseorang yang berani dan tak malu untuk berbicara atau mengungkapkan pendapat, bahkan ada satu scene dimana ia menanyakan sesuatu yang dianggap belagu oleh gurunya, maka dari itu dia mendapatkan nilai yang rendah dikarenakan kebencian sang guru terhadap sikap/ pendapat Gie.

Di dunia perkuliahan, ia pun didengar dan dipercayai oleh banyak mahasiswa karena kata – katanya dan aktifnya ia dalam demo terhadap pemerintahan.

Dalam Film ini tidak lah sepenuhnya benar, karena ada scene dan tokoh fiksi yang bertujuan untuk memperindah/ mendramatisir film ini, tetapi itu tidak menentang atau mengganggu cerita kehidupan asli Soe Hok Gie.


Overall, film ini HARUS ditonton karena mudah dimengerti dan ia adalah sebuah tokoh yang patut di ikuti keberaniannya. Soe Hok Gie meninggal di Gunung Semeru dikarenakan menghirup gas beracun, ia meninggal tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 27.

Sunday, 31 December 2017

LGBT In Indonesia

Lesbian, gay, bisex, dan transgender. Apasih mereka itu? Apakah itu sebuah threat untuk kita? Mereka adalah orang orang yang memiliki interest yang berbeda dari yang normal/straight. Berbeda dalam konteks seks, lesbian ialah perempuan yang menyukai perempuan, gay adalah laki-laki menyukai laki-laki, bisex menyukai segala jenis, transgender adalah seseorang yang mengganti kelaminnya. Ya terdengar aneh dan unnatural itulah mereka.
Bagi masyarakat Indonesia pastinya akan terdengar menjiijikan dan aneh, karena itu bukan hal yang biasa disini, dan negara kita masih mayoritas beragama. Nah apasih penyebab kasus LGBT ini memanas? Penyebabnya adalah KESALAHAN PERSEPSI dari kedua pihak, MK tidak pernah mengesahkan LGBT, dan yang dibahas itu bukan LGBT, tapi sedang membahas pidana pemerkosaan, maka dari itu pihak LGBT merasa mereka “legal” di Indonesia, dan masyarakat yang SALAH PAHAM berpemikiran bahwa Indonesia melegalkan LGBT.
Apa yang harus kita lakukan sebagai masyarakat yang “normal” ? RESPECT THEIR CHOICES. Urus dirimu sendiri, apakah sudah benar? Dan apakah kalian itu tuhan? Respect pilihan mereka dan jangan ganggu kehidupan mereka, disini saya bukan bermaksud mendukung LGBT, TIDAK. Tetapi saya respect terhadap pilihan hidup mereka, toh mereka tidak mengganggu kehidupan kita kan?
Begini saja deh biar lebih ringkasnya, Selama mereka tidak mengganggu atau menggoda kalian, tidak usah pedulikan mereka, kalau mereka itu memang teman kalian, berteman saja, tidak ada larangannya dalam agama untuk berteman dengan mereka.


As long they aren’t bothering you or swinging their dicks on your face, it won’t be a problem

Monday, 6 November 2017

Oemar Bakri

Iwan Fals dikenal sebagai
‘wakil rakyat’ yang lantang menyuarakan seruan hati para wong cilik.
Sepanjang karirnya selama kurang lebih 20 tahun di dunia musik ia telah
terbukti memiliki kelompok penggemar khusus yang dekat dengan
kemiskinan, ketidakadilan dan pengangguran. Lagu-lagunya kerap
dihubungkan dengan protes-protes sosial seperti pernah terkenal lewat
Oemar Bakrie (1981) dan Bento (1991). 



Oemar Bakri merupakan pegawai negeri yang merupakan guru IPA disuatu sekolah. Sebelum tiba di sekolah, dia melihat murid-muridnya sedang tawuran dan banyak polisi yang melerai. Ia mengajar selama 40 tahun dan selama ia mengajar, Ia telah membuat banyak menteri dan insinyur. Tetapi gaji guru Oemar Bakri ini makin dipotong dan semakin lama semakin sedikit. Kurang lebih lagu ini menunjukan sikap pemerintah yang tidak baik kepada guru Oemar Bakri. Oleh karena itu, Iwan Fals ditangkap dan dimasukan kedalam penjara karena membuat lagu sindiran.

CINTA

Cinta

Indah dan menyakitkan. itulah yang terpikirkan jika saya mendengar cinta atau sayang, tapi untungnya, syaa lebih merasakan yang indah nya di bandingkan dengan rasa sakitnya, walaupun rasa sakit itu beberapa kali datang. Rasa sayang terhadap lawan jenis, kalau sesama jenis itu kelainan namanya. Sayang, dimana dua insan saling peduli atau membutuh kan satu sama lain. Walau terkadang ada saja yang "memanfaatkan" aau mempermainkan dari segi finansial ataupun perasaan. Banyak yang telah terjadi, bahkan saya pun menjadi sang pelaku SAAT SAYA MASI BOCAH. Dan akhirnya saya menyesali perbuatan bodoh nan konyol itu. 

Banyak yang beranggapan sayang itu selalu maksiat jika belum menikah?  TIDAK jika memang orang nya itu tdak macam - macam terhadap lawan jenis tersebut. Semua bergantung kepada masing masing individu.

Rasa sakit wajar terjadi dalam sebuah relationship bahkan bayak orang berkata "belum menjalin hubungan kalau belum berantem"
entah mengapa tapi itu benar, dan wajar.

So this is what im thinking about love, sweet, charming, but also hurtful yet confusing. 

RASISME

RASISME

Apa yang ada di pikiran kalian jika mendengar atau melihat kata “Rasisme”? Bagi orang Amerika, mereka sebagian besar akan berkepikiran mengenai orang berkulit hitam. Bagaimana dengan pikiran orang Indonesia? Sekarang sedang hangat yang namanya rasisme di kalangan Indonesia mau golongan tua, muda, anak – anak sekalipun. Apasih yang membuat rasisme ini timbul dan  heboh di Indonesia? Kek dan agama, bukan saya menjelek – jelekan suatu agama, tetapi orang – orang yang mengaku dari suatu agama tersebut, menyebar paham kebencian dan rasisme terhadap usatu umat dan etnis.

Etnis yang masih sering di “tindas” adalah tionghoa, atau mereka menyebutnya orang cina. Umat apa sih yang di “kucilkan” atau dibully juga? Selain umat Islam, bahkan sesame islam pun saling mengkafir – kafirkan dan membenci. Perbedaan kelompok, suku, ras masih sangat melekat di Indonesia, sehingga mereka merasa sombong atau overproud terhadap golongan masing – masing yang menciptakan rasa kebencian atau merasa lebih baik dan terbaik dari yang lainnya.

Kurangnya pendidikan adalah penyebab utama dari masalah ini, hanya dengan sebungkus nasi, mereka mau dan berani menjelek – jelekan suatu umat atau ras, hanya karena sebungkus nasi. Selain pendidikan, “pandangan” mereka sangatlah sempit, dan mudah terprovokasi, amarah itu wajar, tetapi amarah yang satu ini bisa dibilang, dibawa “sampai mati”.
Dan ada beberapa hal yang tak pantas telah mereka lakukan, mereka menebar kebencian dengan nama TUHAN, mereka menebar kebencian untuk mendapat kekuasaan, dan menebar kebencian untuk mencari nafkah. Bhinneka tunggal ika yang berarti “Berbeda beda tapi tetap satu” sudahlah tak berarti karena suatu tahta, dan sebungkus nasi, memecah belah bangsa yang awalnya akur, mengucilkan suatu golongan minoritas.



Lalu, apa yang bisa kita perbuat di tengah kondisi seperti ini? Show your love, show your respect to each other. Bukan ke sesama golongan atau ras, tapi semua mahluk hidup, jangan se enaknya membawa – bawa nama tuhan untuk bertindak, coba dipikirkan kembali, apakah tuhan sudi di atas namakan untuk menindas hanya karena perbedaan? Apakah tuhan mau disebut – sebut namanya untuk bertindak anarkis hanya karena sebungkus nasi? Saya rasa TIDAK, tuhan memerintahkan kita untuk memelihara bumi ini, bukan merusak bumi ini. Suatu kebencian adalah benih kerusakan dalam bumi ini. Make Love, Not War

Mencintai, melindungi, dan merawat semua mahluk hidup, kita semua saling bergantungan, kita semua adalah sama – sama mahluk tuhan, we should unite and heal the world, not make it even worse.

Lalu, mendidik penerus bangsa dengan baik dan benar, tidak di didik dengan kebencian terhadap suatu umat atau ras, tetapi mencintai dan merangkul semuanya.

Bagaimana dengan yang sudah terlanjur? Ini adalah tantangan yang cukup sulit, beberapa metode bisa dilakukan, berbuat hal yang baik terhadap mereka, menunjukan mana benar mana salah dengan baik, dan yang terakhir adalah diam. Kenapa? Artinya, hanya dari kalangan merekalah yang bisa merubahnya, jika memang tidak bisa juga, hanya tuhan yang bisa merubahnya.



Tulisan saya ini bukan untuk menyalah – nyalah kan suatu organisasi, agama, ataupun ras tetapi hanya untuk introspeksi, bukan untuk menyebarkan kebencian tetapi mengingatkan satu sama lain, kita hidup bersama, maka kita wajib saling menjaga sesama dan mengedukasi satu sama lain, this is a small step for me to help all of us, to be a better human being.